Tampilkan postingan dengan label New Update. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label New Update. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Mei 2012

Coklat Termahal di Dunia

Eeeeeehhhhmmmmmmmmmmmmmmm yaaaamiiiii ! ! ! ! ! ! !

kalau udah ngomongin tentang coklat saya tidak pernah bisa berhenti. Kadang saat memakan coklat perasaan takut gemuk begitu saja hilang oleh rasa pekat manisnya yang menghipnotis setiap kalangan yang mengkonsumsinya. Lagi iseng-iseng cari daftar harga coklat di dunia ternyata harga coklat itu bervariasi dari yang murah hingga yang mahal. Jadi ngiler juga saya kalau udah bahas tentang coklat.
Langsung aja dech yuuukkkkk di intip ? ! ? ! 
 Chocopolagie

* Pencipta: Knipschildt

* Harga: US$ 2.600 (sekitar Rp 26 juta) per 450 gram 

* Tempat: Norwalk, Connecticut



Chocopolagie ditemukan oleh Fritz Knipschildt, seorang juru masak yang belajar kuliner di Denmark. Pada 1999, Knischildt menciptakan salah satu cokelat paling enak di dunia. Cokelat paling mahal tersebut dihargai US$ 250 (sekitar Rp 2,5 juta) per buah untuk dark chocolate truffle. Truffle hitam di dalamnya berasal dari Perancis dan hanya tersedia jika dipesan terlebih dulu. Truffle terdiri dari 70 persen Valhrona kakao yang dicampur dengan Ganache lembut dan minyak truffle buatan tangan. Sebagai sentuhan akhir, truffle ditaburi cokelat bubuk.



Noka
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWRtcG12zV2hm__S5T5qaPPnIzwkKY_ZSdI0vLRzrX0Me_Ro9eMz49V20c84_QoZCDmeehe4G60_f_2TjVh5h_Okl-p3y2_-vBvSH8nj9AdhHENarjXnP9Hsl4yiqG0k0ZWk7pLr4N0gBd/s200/noka.jpg
* Pencipta: Noka Vintages Collection
* Harga: US$ 854 (sekitar Rp 8,5 juta) per 450 gram
* Tempat: Dallas, Texas

Noka merupakan kompilasi terbaik cokelat hitam dari perkebunan khusus di Venezuela, Pantai Gading, Trinidad dan Ekuador. Noka cokelat adalah cokelat dengan harga termahal kedua di dunia. Cokelat ini terbuat dari 75 persen kakao murni dengan campuran lain seperti mentega dan gula kakao.

Keunikan produsen cokelat ini adalah tidak menambahkan semua jenis emulsifier atau rasa vanili dalam produk cokelat mereka.

Delafee
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHnNsp-EdiZ_djGlaJfSWHarPlCoY_7u-XgMtbpxhzgf_x4i50CwM6FwYpl93GJLixcomrHvZu_KzHa7H7OwMDNKsjfNmBxcOUBCrOHsez6K0J4blBxutK1-GtX34w5JFTEDvavX3AuW_r/s200/images+(13).jpg

* Pencipta: Delfee ©
* Harga: US$ 504 (sekitar Rp 5 juta) per 450 gram
* Lokasi: Neuchatel, Swiss

Bagi wanita penggemar emas, mungkin tergiur mencicipi Delafee, cokelat yang dibuat dari emas 24 karat berbentuk serpihan untuk setiap cokelat yang dibuat dengan tangan. Cokelat Delafee terbuat dari gula, minyak kelapa, mentega kokoa, susu bubuk dan vanili.

Richart
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNQS3RvI6Kc56qGh30ySKr2xXPzX2Am3nfIwcOCNOQeEZyHsQlLNV9bsYmhGjm1lJGV9pUdnSQ5_BWfQS7pn7JjEtgEPduG16-7ur2rWpYvxZJ3aR2hO2vhk6-ti1W3D8vK4zqsYTy0SWY/s200/Richart.jpg
* Pencipta: Richart ©
* Harga: US$ 120 (sekitar 1,2 juta) per gram
* Lokasi: Lyon, Perancis

Richart cokelat mungkin hanya menempati urutan keempat coklat paling mahal di dunia. Tapi keunggulan Richart terdiri dari 70 persen Criollo kakao Venezuela, yang diakui sebagai negara penghasil cokelat dengan kualitas terbaik di dunia. Kakao dalam cokelat Richart adalah bubuk kakao halus untuk menghasilkan rasa terbaik. Beberapa jenis cokelat Richart antaralain cokelat dengan kacang almond, raspberry, stroberi dan jenis buah eksotik lainnya.

Godiva
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJjkWV98Lmz6rSXD-JE19qLT6UcNKYgziSmCRpI22rTvmCm6aMWdqflNLSFvTZOwcpKk5uOvLSl90mVbvVwTMJFubffahsz8JCsc4S4qBhF65ze9AUxvzmkwCUMX8s76rNKw1_jiXRzTMl/s200/Godiva.jpg
* Pencipta: Godiva "G" Collection
* Harga: US$ 117 per pon
* Tempat: New York City, New York

Godiva berasal dari salah satu negeri yang terkenal dengan produk cokelat asal Belgia. Produsen cokelat chocolatier Godiva memperkenalkan koleksi cokelat terbarunya, "G". Seluruh koleksi "G" terdiri dari berbagai bahan dan rasa seperti palet d'Or, Tasmanian Honey dan Meksiko Hot Chocolate. Rasa cokelat tergantung pada jenis bon-bon yang diproduksi.




Selasa, 06 Maret 2012

Plesetan Game Online Angry Birds: “Angry Brides’ Populer di India


Sebuah game online dari India yang dikenal dengan sebutan ‘Angry Brides’ (pengantin yang sedang marah) dimana saat ini tengah menghadapi tuntutan legalitas menjadi semakin populer. Dikabarkan bahwa saat ini fansnya sudah mencapai kisaran 270.000 orang.

Game ini dikeluarkan oleh sebuah situs kencan online Shaadi.com yang dinilai terinspirasi dari game online populer ‘Angry Birds’ memperlihatkan tiga orang calon pengantin pria serakah dengan mempersenjatai berbagai macam senjata dari batu bata hingga sapu lantai.

Adalah tiga calon pengantin pria, insinyur, dokter, dan seorang pilot dimana ketiganya memperebutkan untuk mengurangi mahar yang diberikan oleh pengantin wanita sebesar 1,5 juta Rupee. Setiap kali serangan pemain mengenai pengantin wanita maka pemain akan mendapatkan uang antimahar. Game ini tersedia sebagai aplikasi yang bisa diunduh gratis di Facebook dan telah mencapai lebih dari 270.000 penggemar.

Di India pernikahan dianggap sebagai lambang dari cinta, kebersamaan, saling pengertian, dan mengangkat nilai-nilai keluarga, akan tetapi cinta yang dibeli dnegan menggunakan mahar dianggap sebagai sesuatu yang ilegal sejak tahun 1961. Akan tetapi praktek pernikahan dengan pembayaran mahar masih tetap saja berlangsung di sana. Inilah yang membuat masyarakat perfilman Bollywood menyukai game tersebut.
Anda tertarik untuk memainkan Angry Brides? silahkan unduh permainannya di sini.


Kamis, 23 Februari 2012

Tragedi Facebook

Dulu sempat muncul wacana di tanah air akan penggunaan jejaring sosial Facebook. Dan tak tanggung-tanggung wacana yang diangkat waktu itu adalah, jika bermain Facebook adalah suatu tindakan yang menentang agama (Islam) atau istilahnya haram.
Namun yang namanya wacana ya tetap wacana. Akhirnya isu tersebut berlalu dan hingga sekarang tak terdengar lagi gaungnya.
Namun di Iran, hal tersebut akanlah berbeda. Di negara yang getol bereksperimen dengan nuklir ini, sebuah wacana haram tengah merebak.
Facebook di negara ini bukan hanya dikatakan haram namun bahkan merupakan suatu tindakan yang dapat berujung dosa. Seperti apa?
Menurut salah satu pemuka agama di Iran, ketika seseorang menjadi anggota di Facebook, maka dia sudah membuat sebuah perbuatan dosa. Wow, hanya menjadi pengguna sudah melakukan dosa. Bilamana membuat posting atau mengunggah foto yang ‘aneh-aneh’?
“Facebook memantik seseorang untuk melakukan tindakan asusila. Jelas ini suatu perbuatan yang dilarang Islam,” tegas Ayatollah Lotfollah Safi-Golpaygani pada Straits Times dan dikutip SidomiNews.
Ia menambahkan, hanya jejaring sosial yang mendukung agama dan tidak mendukung susila yang berhak diakses. Apakah asa jejaring sosial yang memiliki konsep seperti itu?
Memang penggunaan Facebook saat ini tidak sedikit yang dapat memantik tindakan kriminal. Sebut saja kasus yang terjadi di tanah air. Ada kasus orang hilang, penculikan hingga pembunuhan. Mungkin ini yang dimaksud dosa dalam pengertian Ayatollah Lotfollah Safi-Golpaygani.
Bagaimana menurut Anda dengan hukum Facebook haram ini?

Kamis, 19 Januari 2012

Salah Satu Negara Termaju

New Zealand (Selandia Baru), Negara Tempat Menuntut Ilmu dan Migrasi

Sebuah riset yang dipublikasi oleh Department of Labour New Zelaand (Selandia Baru) menunjukan temuan-temuan sebagai berikut:

Kualitas pendidikan yang baik; Di New Zealand (Selandia Baru) pengawasan terhadap kampus atau institusi dilakukan secara ketat. Untuk secondary schools, lembaga swasta dan polytechnics (non universitas) diawasi oleh NZQA (New Zealand Qualification Authorities)

Harga pendidikan relative terjangkau; dibandingkan dengan negara berbasis bahasa Inggris, secara umum biaya kuliah dan hidup di New Zealand (Selandia Baru) lebih murah.

Kesempatan Bekerja Setelah Lulus Kuliah; system imigrasi New Zealand (Selandia Baru) membolehkan pelajara asing bekerja minimum 1 tahun, dan bisa diperpanjang visa kerjanya jika mereka mendapatkan tawaran kerja/job offer yang related dengan pendidikan mereka selama di New Zealand. India dan China menempati posisi teratas dalam statistik (pelajarnya bekerja di New Zealand/ Selandia baru setelah lulus kuliah)

Peluang Mendapatkan Permanent Residence/Ijin Tinggal Setelah Lulus Kuliah; Dengan kuliah 1 tahun saja, para lulusan akan mendapatkan modal 50-55 points untuk pengajuan Permanent Residence. Jika ditambah dengan points dari UMUR dan JOB OFFER/KONTRAK KERJA, seseorang akan dengan mulus mendapatkan  Permanent Residence/Ijin Tinggal. India dan China duduk diposisi dua teratas dalam statistik (mendapatkan permanent residence setelah sebelumnya mengantongi student visa dan work visa)

Sebagai tambahan Keuntungan Mendapatkan Permanent Resident diantaranya; Bisa tinggal di New Zealand/Selandia Baru secara tetap/permanen tanpa harus kehilangan warga negara dimana kita berasal. Hidup tentram, aman, nyaman dan sejahtera karena system kebijakan ekonomi di New Zealand/Selandia Baru sangatlah bagus. Bisa dengan mudah melanjutkan kuliah ke level lebih tinggi atau lainnya dengan biaya sangat murah dan dana kuliah meminjam dari pemerintah tanpa bunga (dibayar setelah lulus dan mendapatkan full time work). Umumnya, pemegang permenent residence hanya membayar 25%-30% dibanding jumlah yang dikeluarkan pelajar asing. Seorang ibu hamil akan mendapatkan perhatian/pengawasan yang telaten/teliti dan semua biaya persalinan dari masa kehamilan sampai melahirkan gratis. Biaya pendidikan anak (SD-SMP-SMU) sagnat murah. Kurang lebih 1 juta pertahunnya, dan inpun bersifat donasi. Uang pensiunan (setelah kita berusia 65 tahun) yang dibayar secara rutin. Dan masih banyak lagi keuntungan – keuntungan lainnya.

Lingkungan alam

Dari tanah pertanian hijau yang berombak ke gunung-gunung agung yang diselimuti salju, Selandia Baru patut mendapat reputasinya sebagai salah satu lingkungan alam yang paling indah di dunia.

Populasi

Selandia Baru besarnya mirip dengan pulau Jawa, tetapi penduduknya berjumlah hanya 4 jutaan jiwa. Kebanyakan orang Selandia Baru tinggal di kota, jadi daerah pedesaan langka penduduk. Sementara panorama menjadi kekhasan negeri kami, bangsa Kiwi mempunyai reputasi baik untuk keramahan, kreativitas, dan kebebasan.

Cuaca

Permukaan yang bervariasi dan bentuk lonjong negara (dari 340 sampai 480 lintang selatan) menciptakan keadaan iklim yang bermacam-macam, dari sub-tropik sampai ke hampir kontinental. Cuaca suka berubah-ubah – siang hujan yang sejuk dapat tiba-tiba berubah menjadi panas dan bersinar matahari. Cuaca yang lembut ini baik sekali untuk industri pertanian dan hortikultura kami, yang vital bagi perekonomian.

Margasatwa

Tetangga kami yang terdekat ialah Australia, 3 jam dengan pesawat terbang. Isolasi geografis ini berarti banyak spesies tanaman dan burung asli terdapat hanya di Selandia Baru, termasuk, burung kiwi terkenal yang tidak dapat terbang itu.

Perjalanan di Selandia Baru

Daerah-daerah Selandia Baru dihubungkan oleh jaringan jalur penerbangan domestik, bis, dan kereta api. Mudah untuk menjelajahi negara ini pada waktu jeda studi Anda.

Berjalan kaki

Berjalan kaki sangat populer di Selandia Baru. Kemungkinan besar Anda akan tinggal dekat dengan perguruan Anda, jadi mudah untuk jalan kaki ke pelajaran/kuliah.

Perjalanan udara

Anda dapat terbang ke pusat-pusat utama dan kota-kota yang lebih kecil dan tujuan-tujuan wisata. Jarak antar-kota biasaya pendek – penerbangan dari Auckland ke Wellington hanya membutuhkan waktu satu jam. Beberapa perusahaan penerbangan menawarkan diskon bila Anda memesan tiket online.
Bagi mahasiswa penuh-waktu dengan kartu ISIC atau Youth Card (di bawah 25 th), ada baiknya mencari tahu apa yang dapat ditawarkan oleh STA Travel (telepon 0508 782 872). Bila Anda menelepon dari luar Selandia Baru, nomor telepon mereka adalah + 64 9 366 66 73.

Kapal laut

Kapal tambang Interislander, Bluebridge, dan Lynx menghubungkan North dan South Islands, dengan membawa penumpang dan kendaraan antara Welllington dan Picton beberapa kali sehari. Kapal tambang ulang-alik menyeberangi pelabuhan-pelabuhan Auckland dan Wellington dan pelayaran penuh pemandangan populer di banyak tempat.

Bis dan kereta api

Di kebanyakan kota, bis kota berjalan paling sedikit setiap 30 menit. Auckland dan Wellington juga mempunyai layanan-layanan rel ulang-alik. Karcis terusan 10 perjalanan dan bulanan menawarkan biaya perjalanan yang paling murah. Siswa sekolah menengah boleh dapat diskon pada perjalanan bis ke dan dari sekolah. Perguruan berkampus ganda menjalankan bis-bis ulang-alik antara kampus-kampus yang berbeda di dalam kota yang sama.
Kereta api ulang-alik semakin populer, terutama di Auckland dan Wellington.

Bersepeda

Sepeda adalah cara baik untuk menelusuri kota-kota Selandia Baru yang padat ringkas itu. Para pengendara sepeda secara hukum wajib memakai lampu dan pemantul pada malam hari, dan selalu harus memakai helm. Berkendaraanlah dekat sisi kiri jalan, bukan di atas trotoar, dan perhatikanlah jalur-jalur sepeda yang tertandai di kota-kota.

Sepeda motor

Untuk dapat mengendarai sepeda motor, Anda harus paling sedikit berumur 15 tahun dan mempunyai surat izin mengemudi sepeda motor, atau izin mengemudi mobil bila sepeda motor itu di bawah 50cc. Pengemudi dan boncengan harus memakai helm. Sepeda motor Anda harus terdaftar dan bersurat laik jalan yang berlaku.

Mobil

Mengendarai mobil di Selandia Baru boleh sangat menyenangkan dan merupakan cara baik sekali untuk menjelajah. Bila Anda mempunyai surat izin mengemudi asing atau izin mengemudi kendaraan internasional yang sah, Anda dapat mengendarai mobil di Selandia Baru sampai waktu satu tahun setelah Anda tiba. Setelah masa itu Anda harus lulus sebuah tes teori maupun praktek mengemudi untuk memperoleh surat izin mengemudi Selandia Baru. Mobil Anda harus terdaftar dan memajang surat laik pakai yang masih berlaku. Ada baiknya Anda memiliki asuransi mobil.

Rental mobil

Rental mobil banyak sekali dan bisa merupakan cara yang baik untuk melihat-lihat daerah pedesaan bila Anda tidak mempunyai mobil sendiri. Siap-siap untuk membayar jaminan yang besar bila Anda tidak mempunyai kartu kredit.

Keselamatan di jalanan

Lalu lintas di Selandia Baru jalan kiri, seperti di Indonesia. Bila mengendarai mobil, Anda bisa didenda bila Anda atau penumpang Anda tidak memakai sabuk pengaman. Helm sepeda dan sepeda motor wajib bagi mereka yang mengendarai sepeda dan sepeda motor. Semua kendaraan harus lulus pemeriksaan mekanik setiap enam bulan dan memajang surat kelaikan yang masih berlaku. Pengendara yang ngebut atau mabuk dikenakan denda dan hukuman berat.

 :: Ciptakan Indonesia seperti ini, jadikan kehebatan negara lain menjadi motivasi bagi negara sendiri

Jumat, 13 Januari 2012

Pendiri Yahoo Mengundurkan Diri


Siapa yang tidak kenal Yahoo? Web search engine ini pernah menguasai pasar search engine sebelum munculnya Google.
Yahoo juga terkenal sebagai penyedia layanan email gratis yang cukup populer di indonesia maupun dunia.
Meski kini sebagian besar pasarnya telah direbut raksasa Google, namun Yahoo masih sangat populer.
Jerry Yang, salah satu pendiri dari perusahaan online Yahoo!, telah mengundurkan diri dari dewan perusahaan.
Jerry Yang mendirikan perusahaan online pada tahun 1995 dengan David Filo dan menjadi chief executive dari Juni 2007 hingga Januari 2009.
Pengunduran Jerry Yang ini terjadi setelah perusahaan mempekerjakan mantan eksekutif PayPal, Scott Thomson menjadi chief executive di Yahoo.
Seperti yang dikutip dari BBC, Jerry Yang sepertinya terganggu oleh beberapa pemegang saham menolak tawaran pengambilalihan saham senilai 47,5 milyar dollar oleh Microsoft pada tahun 2008 lalu.
Jerry Yang juga mengundurkan diri dari dewan Yahoo Jepang dan Alibaba Group.
“Waktunya telah tiba bagi saya untuk mengejar kepentingan lain di luar Yahoo!. Saya antusias dengan penunjukan Scott Thompson sebagai Chief Executive Officer dan kemampuanya untuk memandu Yahoo untuk menuju masa depan yang menarik dan sukses.” katanya.
Saham Yahoo naik 3,4% dalam perdagangan saham, bahkan beberapa analis melihat Jerry Yang sebagai penghambat penjualan atau restrukturisasi bisnis.
“Sementara ini, saya dan seluruh dewan menghormati keputusannya, kita akan kehilangan perspektif yang luar biasa, visi dan nasihat yang bijaksana.” Kata Roy Bostock, Chairman Yahoo.

Sabtu, 07 Januari 2012

Sejarah Kebaya Indonesia


Menurut Denys Lombard dalam bukunya Nusa Jawa: silang Budaya (1996) Kebaya berasal dari bahasa Arab ‘Kaba’ yang berarti ‘pakaian’ dan diperkenalkan lewat bahasa Portugis ketika mereka mendarat di Asia Tenggara. Kata Kebaya diartikan sebagai jenis pakaian (atasan/blouse) pertama yang dipakai wanita Indonesia pada kurun waktu abad ke-15 atau ke-16 Masehi. Argumen Lombard tentu berterima terutama lewat analogi penelusuran lingustik yang toh sampai sekarang kita masih mengenal ‘Abaya’ yang berarti tunik panjang khas Arab. Sementara sebagian yang lain percaya Kebaya ada kaitannya dengan pakaian tunik perempuan pada masa kekasiran Ming di Cina, dan pengaruh ini ditularkan setelah imigrasi besar-besaran menyambangi semenanjung Asia Selatan dan Tenggara di abad ke-13 hingga ke-16 Masehi.

Terlepas dari asal usulnya yang Arab, atau Portugis, atau Cina, kita mahfum bahwa penyebarannya memang dari arah utara kepulauan Indonesia. Artinya, negara-negara yang terlewati oleh ekspansi ala Arab, Portugis, dan Cina bisa jadi memiliki versi kebayanya masing-masing. Dan akhirnya, Jawa menjadi destinasi penyebaran paling selatan, karena tidak ditemukan jejaknya lagi di kepulauan Pasifik barat atau semenanjung utara Australia. Artinya lagi, kali ini, Malaysia bisa dengan bebas mengklaim Kebaya sebagai salah satu pusaka tradisinya. Tentu tanpa mengatakan kalau jenis pakaian ini asalnya dari Malaysia—karena itu terdengar sangat bodoh.


Dalam novel kuartet Gajah Mada, Langit Kresna Hariadi menulis: “Sri Gitarja menjawab sambil mengusap air mata menggunakan lengan baju”. (Gajah Mada Bergelut dalam Kemelut Takhta dan Angkara hal 336, paragraf ke-3, baris ke-5). Asumsinya, jika tuan putri Sri Gitarja dapat mengusap air matanya dengan lengan baju berarti lengan baju yang beliau pakai adalah lengan panjang hingga-minimal-mendekati pergelangan tangan. Kemungkinan terbesar adalah jenis pakaian wanita kebaya. Sayangnya, hal ini bisa saja keliru karena Kebaya masih menjadi benda asing di masa ini. Masyarakat Jawa kala itu lebih mengenal kain panjang, tenun, ikat dan kemben sebagai busana sehari-hari. Ada juga yang berpendapat bahwa, masa-masa ini Kebaya terbatas dikenakan di kalangan kerajaan saja. Sayangnya, bukti-buktinya sangat lemah. Kain yang berbahan serat alam di negeri tropis seperti Indonesia mudah sekali hancur hanya karena kelembaban, cuaca, hingga mikroorganisme pemakannya. Bukti yang juga tidak bisa dikatakan kuat adalah arca-arca dan relief yang dipahat di sebagian besar bangunan kuno abad ke-13 hingga 15. Namun, tidak ada pola atau gambaran nyata yang mengindikasikan adanya Kebaya di masa itu. 

Kita perlu menilik penyebaran dan masuknya Islam di Indonesia (abad ke-15) untuk mengetahui perkembangan kebaya modern saat ini. Keislaman sangat kuat memengaruhi siluet kebaya di awal-awal perkembangannya. Dugaan kuat mengatakan Kebaya awalnya merupakan atasan panjang berbentuk tunik sederhana yang menjulur dari leher hingga lutut (baju kurung). Hal ini mengingatkan kita akan abaya dan kebaya Melayu. Pakaian semacam ini serta-merta menggeser kemben tradisional. Di beberapa pelosok Indonesia bahkan bisa ditemukan wanita yang tampil tanpa atasan apapun (Bali, Lampung, Jawa). Kebiasaan berbusana macam itu juga ikut tergeser, meski dalam beberapa acara adat harus berbusana seperti itu lagi, terutama di Bali. Dokumentasi lama milik keluarga kerajaan dan keraton (Surakarta, Yogyakarta, Cirebon) di tanah Jawa masih merekam kebaya panjang ini dengan beberapa ornamen kenegaraan yang terpasang di beberapa sisinya (abad ke-19). Gelang dan jam dikenakan diluar lengan kebaya, sementara bros serangkai (tiga berjajar) tersemat di bagian depan membentuk suatu penutup. Jenis ini akhirnya merambah permainan bahan. Katun kasar dan tenun tradisional tentu saja menjadi cikal bakalnya. Namun beludru, sutra, dan katun halus kemudian menggantikan bahan-bahan keras tadi sesuai dengan masuknya koloni Eropa ke Indonesia dan membuka jalur perdagangan tekstil antar negara (sejak abad ke-18).

Kesesuaian selanjutnya bertitik tolak dari pola dan corak. Modifikasi, inovasi, dan kreatifitas membawa angin segar fesyen Kebaya masa ini. Ia bagaikan lepas tanpa ikatan. Putu baru, kebaya tunik pendek hingga tlisman mengemas banyak warna dan permainan motif yang cantik di awal abad ke-19. Kurun abad ke-19 dan masa pergerakan di awal abad 20 adalah kala gemilang bagi Kebaya. Kebaya berada di masa yang marak dikenakan masyarakat Indonesia, juga kaum pendatang Eropa dan Cina dengan ragam penyesuaiannya. Sebelum dikelas-kelaskan, Kebaya yang hampir merata dipakai oleh kaum perempuan Indonesia begitu lazimnya hingga kreasi-kreasi khusus dilakukan oleh kaum bangsawan dan dalam istana. Kebaya bangsawan dan keluarga Kraton terbuat dari sutra, beludru, dan kain tebal berornamen (brocade); golongan awam mengenakan bahan katun dan tenun kasar; kaum keturunan Eropa biasanya mengenakan kebaya berbahan katun halus dengan aksen lace (brokat) di pinggirnya; sedangkan untuk perempuan Belanda mengenakan kebaya katun dengan potongan yang lebih pendek. Saat itu bahkan banyak orang Eropa dan Belanda sendiri membeli aneka kebaya di Nederland. Masa ini Kebaya mulai disusupi unsur sinkretisme kelas. Ada Kebaya Keraton dan Bangsawan yang berornamen benang emas (sulam gim) dengan bahan beludru. Potongan khusus yang dipakai oleh perempuan kelas atas juga memberi bekas yang nyata seperti halnya kebaya Kartini. Pakem-pakem mulai terbentuk. Pola-pola tertentu dibatasi dalam garis darah biru. Kebaya mulai dikaplingkan dalam kelas-kelas kasta yang paradoksal.  

Nasionalisme merebak tahun 1920-an. Organisasi-organisasi tradisional Indonesia maupun bentukan pemerintahan Hindia Belanda menyerukan nasionalisme dengan lantang. Kondisi politik saat itu juga memengaruhi preferensi fesyen masyarakatnya. Kebaya yang terlanjur Nasional dianggap bercitra pribumi dengan segala perjuangannya. Wanita keturunan Eropa dan Belanda meninggalkan kebaya sebagai pakaian sehari-hari mereka karena citra tradisional yang indigenous tadi. Periode ini meminimasi perkembangan fesyen Kebaya. Hampir tidak ada inovasi material yang signifikan, apalagi bentukan dan pola siluetnya. Kondisi seperti ini berlangsung hingga dua dekade berikutnya sampai yang terburuk tiba.

Periode 1942-1945 adalah yang terburuk dengan catatan paling minim tentang keadaan Indonesia, termasuk fesyennya. Perempuan di masa pendudukan Jepang jatuh di tempat paling rendah sepanjang sejarah. Tanpa kecuali; pribumi, keturunan Eropa, keturunan Cina, dan Belanda dijebloskan di penjara dan dipekerjakan dengan keras. Kebaya dipakai oleh tahanan perempuan Indonesia, sedangkan kemeja dan terusan dikenakan oleh keturunan Eropa dan Belanda. Peraturan tidak tertulis ini, entah bagaimana, berlaku hampir di setiap kamp-kamp tahanan Jepang. Di sini, Kebaya bersifat pribumi, lainnya koloni. Jangan berfikir tentang inovasi, produksinyapun jatuh mengenaskan. Kenyataannya, pendudukan Jepang di Indonesia juga memutus jalur perdagangan tekstil dan perlengkapan penunjangnya. Banyak rumah produksi kebaya tutup. Perusahaan kain Batik yang marak di periode itu juga wajib membuat solusi padat karya untuk sekedar bertahan. Solusi yang paling banyak dianut adalah merger antar beberapa perusahaan kecil yang membuat kain batik, kebaya, dan industri konveksi rumahan. Tapi tidak berdampak banyak bagi perkembangan fesyen masa itu. Perubahan suhu politik terjadi tiap jam. Perang Dunia ke-II adalah masa-masa kelam bagi fesyen tanah air, bahkan dunia. Kecuali Chanel dan Hugo Boss yang memang kekasih fasis kala itu, banyak rumah mode di dunia mengalami kemunduran. 

Lagi-lagi faktor politik berkecamuk. Revolusi besar kemerdekaan Indonesia tahun 1945 membawa Kebaya pada konstelasi nasionalis yang lebih absolut. Dari sekedar tradisional yang pribumi, Kebaya menjalar menjadi nasionalis dan bernafas kemerdekaan. Para wanita terdidik yang dekat dengan pemerintahan Soekarno saat itu banyak mengenakan aneka kebaya, terutama jenis putu baru dan Kebaya encim yang masih ada jejaknya sekarang ini. Sebagian orang menanggapi kondisi ini sebagai masa-masa keemasan Kebaya sampai tahun 1960-an. Hampir semua wanita, baik itu di kantor, di rumah, di manapun tampil berkebaya. Citra nasional yang dibawa Kebaya begitu kuatnya, tetapi melekat pada kaum aristrokrat tertentu yang berpihak pada Soekarno. India, Cina, dan sebagian Asia Tenggara mendominasi pasar tekstil Indonesia. Sentimen Barat pada Soekarno, dan sentimen Soekarno sendiri pada Barat membatasi jalur pertukaran komoditi Eropa dan Indonesia. Yang terlihat adalah aneka corak dan warna-warna Kebaya yang beragam. Potongan dan pola-pola lama kembali meruak meski masih memegang pakem-pakem yang tercipta dari abad sebelumnya.

Belum pulih benar Kebaya dari trauma politiknya, ia harus mengalami sekali lagi pukulan itu. Peralihan kekuasaan dari tangan Soekarno ke pemerintahan Orde Baru di bawah Soeharto tahun 1965 menempatkan Kebaya di posisi lemah. Citra-citra dan simbol-simbol yang diemban Kebaya di masa Soekarno membuat ia dijauhi. Kaum perempuan yang merasa tidak terlibat dengan gejolak politik Orde Lama (Soekarno) memilih untuk tidak mengenakan Kebaya. Terusan modern dan kemeja-kemeja wanita lebih digemari ketimbang Kebaya. Perlahan namun pasti, Kebaya tersingkir dalam kotak eksklusif Dharmawanita (organisasi wanita istri pegawai negeri yang terbentuk sejak tahun 1974). Dengan warna jingga salem-nya, Kebaya menjadi seragam resmi organisasi ini.

Hingga tahun 1980-an Kebaya semakin terkucil di kalangan istri Militer dan pegawai negeri, meski beberapa desainer lokal macam Iwan Tirta mencoba melestarikannya. Kabar baiknya adalah peran informasi dan pertukaran komoditi antar negara kembali terbuka lebar. Tinggal bagaimana tangan-tangan kreatif anak Bangsa memanfaatkannya. Tidak memakan waktu lama, awal tahun 90-an Ghea Panggabean melakukan eksperimen berarti pada Kebaya. Dalam lingkup kelas atas, Ia memanfaatkan bahan sutra organdi dan serat-serat alam lain yang tergolong mewah menjadi Kebaya. Di kalangan elit dan perempuan berpendidikan, Kebaya macam ini, yang kemudian banyak juga dikembangkan oleh desainer lokal lain, memiliki predikat khusus. Ia sah digunakan di acara-acara formal baik bersifat pribadi, keluarga, maupun kenegaraan.

Tahun 90-an pula Kebaya mulai mendapat tempat yang lebih luas. Bahkan dipandang mempunyai janji ekonomi yang besar. Desainer-desainer Indonesia sepakat, Kebaya adalah genre khas dari dunia fesyen yang menjanjikan. Mereka mulai meliriknya, memelajarinya, dan kemudian berkreasi dengannya. Kuncinya adalah inovasi! Sepertinya tuntutan kreasi dan aksentuasi dari para pemakai juga menjadi faktor besar yang mendorong Kebaya kembali ke era abad-19—masa dimana Kebaya punya kebebasan untuk berkembang.

Setelah 32 Tahun memerintah Indonesia, Soeharto undur. Reformasi membawa angin segar sekaligus liar. Untuk beberapa alasan, hal ini baik. Banyak pranata yang dijungkirbalikan. Reformasi dipahami sebagai era kebebasan. Keterbukaan pikiran menjadi titik tolak semua kegiatan di masa-masa 1997-2002. Kreatifitas tak terbendung yang dicontohkan oleh para pemimpin setelah Soeharto dan dunia politik juga diikuti masyarakatnya. Kekangan adalah barang haram di masa ini. Digalilah kreasi-krasi baru yang segar dari banyak sumber untuk mempercantik Kebaya. Kita harus mencermati trend brokat (lace), bordir, teknik aplikasi, drapery, dan pencampuran bahan sebagai cikal bakal revolusi Kebaya di tahun 2000-an.

Yang tandang dengan banyak ide, dia yang menang. Dunia pernikahan, pertemuan formal kenegaraan, hingga acara-acara eksklusif yang mengusung citra Indonesia secara konsensus-tersembunyi mewajibkan Kebaya sebagai kode busananya. Hal ini kemudian memancing kompetisi antar desainer. Secara pola, siluet, cutting, dan garis luar berubah beragam-ragam. Bagai bola liar, perubahan besar itu juga diikuti dengan pemanfaatan bahan baku. Keluar dari sekedarorganza dan katun, Kebaya merambah ke jalur sutra, sifon, shantung, lace, hingga serat-serat yang tak terbayangkan sebelumnya seperti jute, nanas, pisang, dan unsur metal. Teknik bordir, renda, pilin, lipit, layer hingga quilt ikut mewarnai kemegahan Kebaya. Hingga akhirnya pemanfaatan material mewah macam payet, kristal, batu-batu mulia dan bulu binatang (ostrich’s feathers/cincila fur) hadir bersama taknik aplikasi yang revolusioner. Dengan teknik yang satu ini, kreasi tanpa batas sangat mungkin dikerjakan. Teknik aplikasi membuka kesempatan Kebaya sebagai benda seni yang bisa dihiasi apa saja—bahkan berlian jika memungkinkan. Lewat banyak teknik dan potongan, material dan bahan, sampai aksesorisnya, Kebaya tercipta sebagai karya seni. Bahkan ada satu Kebaya yang memiliki berat hingga 22 Kg, karena kerumitan detail yang melekat padanya. Kebaya memasuki masa revolusinya sendiri. Ia kini, seperti banyak masyarakat Indonesia era 2000-an, punya daya pandang dan tempatnya masing-masing. Tanpa harus terpengaruh imbas politik, ekonomi, bahkan adat istiadat. Kebaya semata-mata menganut faham kreatifitas yang feminis.

Lahirnya Kebaya-kebaya karya Anne Avantie, Marga Alam, Adjie Notonegoro, Biyan Wanaatmadja, Sebastian gunawan hingga perancang-perancang muda seperti Priyo Oktaviano, Rusly Tjohnardi, Ferry Sunarto dan banyak lagi adalah bukti revolusi Kebaya itu. Kebaya karya desainer-desainer tadi menghujam kuat di kancah lokal dan menghentak khasanah internasional. Pagelaran-pagelaran fesyen Kebaya, persaingan, kritik dan pujian-pujian memberi dampak yang sangat membangun. Aksi tutup mata atas pakem tradisional yang dihembus-hembuskan beberapa orang membuat karya Kebaya meroket ke arah yang sama sekali tak terduga. Ia kini lebih dari sekedar identitas, Kebaya juga sebuah komoditi dan jati diri bangsa Indonesia. Kebaya Indonesia muncul lewat siluet ultra feminin. Ia memeluk tubuh wanita, membuatnya bersinar, dan melekuk sempurna. Tidak dan belum bisa ditemukan di tempat lain, bahkan tempat-tempat yang dipercayai sebagai cikal bakal Kebaya tersebut menulari Indonesia. Mungkin, Kebaya akan segera memasuki kosa-kata Inggris seperti Batik dan Ikat. Kalau sudah begitu, tidak ada yang bisa menggoyahkan posisi Kebaya di Indonesia. Kebaya mencapai kemuliaan seni yang tertinggi di negeri Ini.

Dari sini, kita mesti sadar, ada ancaman yang harus kita hadapi dengan serius. Jika Kebaya telah memasuki titik puncak kejayaannya, apakah nasibnya akan seperti Batik yang masuk puncak jaya di tahun 1940-an, di Jawa? Batik Jawa Hokokai yang dikenal sebagai Batik paling mulia di dunia (Iwan Tirta) menjadi titik kulminasi kain ini. Sekarang, Batik masuk masa-masa mati suri. Kreasi yang dipersembahkan desainernya tidak pernah melampaui keindahan kreasi pendahulunya. Tiga negeri, Lasem, Jawa Hokokai, dan Pesisiran menempati peringkat seni yang tak terbantahkan—sekaligus tak terulangi lagi.

Template by:

Free Blog Templates