Tampilkan postingan dengan label Dunia Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Wisata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Januari 2014

Monumen Palagan Ambarawa

Pada tahun ini saya tahun baru menuju kawasan magelang dan singgah untuk berkunjung sanak family. Banyak tempat wisata yang terletak di kawasan kampung kami salah satunya yaitu Monumen Palagan Ambarawa Kabupaten Semarang. Saya tepat berada di daerah sumowono yang kira-kira kurang dari 1 jam waktu tempuh saya menuju lokasi tujuan menggunakan sepeda motor. 
Setiba kami disana cukup dengan membayar tiket masuk Rp 5.000,-/org (Desember 2013) dan parkir motor sebesar Rp 2.000,- kami sudah dapat menikmati kenangan sejarah pertempuran Palagan Ambarawa pada tanggal 12-15 Desember 1945.

Monumen Palagan Ambarawa ini adalah salah satu bukti kegigihan bangsa Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Tengah dalam mengusir Penjajah. Saat kami tiba disana monumen begitu ramai karena sedang diadakannya lomba Photographer sehingga begitu sulit saya mengambil gambar di tengah-tengah keramaian.

Saat pertama kami masuk pada gerbang utama disediakan Museum Isdiman. Ada beberapa koleksi kenangan masa perjuangan mereka yang dapat kami lihat dengan jelas dan begitu hebatnya masih tersedianya senjata-senjata yang dahulu digunakan sekutu dan jepang, bahkan pakaian-pakaian pejuang PETA masih dapat kami saksikan disana.
Kemudian kami berjalan menuju daerah pusat Monumen Palagan Ambarawa terdapat disisi sebelah museum Isdiman beberapa kendaraan seperti kereta api kuno tahun 1902 buatan Jerman, Truk Dodge buatan Amerika tahun 1941 dengan berat 4 ton, adapula Tank peninggalan penjajah dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya bahas satu persatu.
Begitu Terpikat pandangan saya terhadap Pesawat P.15 Mustang(Cocor Merah). Begitu kokoh dan megah pesawat pemburu ini. Pesawat Pemburu ini memiliki berat 7000kg, dengan panjang 9,81 meter, bentang sayap 11,28 meter, tinggi terbang maksimum 7720 meter, kemampuan jelajah 753 km/jam dengan kemampuan terbang 3185 km.
Tempat wisata sejarah seperti ini bagus untuk menambah wawasan dan baik untuk kita memperkenalkannya lebih luas untuk tetap melestarikan wisata sejarah agar tidah hilang.

Minggu, 15 September 2013

The Wild Wild Word at Taman Safari Indonesia

Taman Safari memang identik dengan beberapa animal yang diperlihatkan dan atraksi kelincahan binatang yang tonjolkan. Disana saya menemukan pertunjukan lain selain pertunjukan binatang, yaitu pertunjukan opera koboy. Pengelola Taman Safari Indonesia membanggakan salah satu pertunjukan Wild Wild West Cowboy Show merupakan lisensi pertama dan terbaik di Asia Tenggara.

Salah satu pertunjukan yang menurut saya menghibur dan berhasil membuat para penonton menikmatinya dengan senang. Opera itu berdurasi selama kurang lebih 45 menit dan jam buka pertunjukan yang pertama dibuka adalah pukul 13:00 wib dan tersedia kapasitas tempat duduk penonton sebanyak 2.500. Jadi kalian tidak perlu takut tidak mendapatkan tempat duduk dan dilarang keras berdesak-desak karena dikhawatirkan terjadi kecelakaan karena terdorong. Tempat pertunjukan opera di design sedemikian serupa dengan aslinya hingga kami penonton seakan berada dalam kampung cowboy sesungguhnya. Suara dan property permainan opera pun terkesan terlihat begitu nyata. Mereka juga menggunakan property nyata seperti hewan-hewan ternak dan  tikus yang dikejar kucing begitu lincah berlari menuju lubang-lubang yang sangat terkesan natural.
 
Begitu menikmatinya saya setiap kali melihat pertunjukan opera Wild Wild West Cowboy. Begitu menghibur dan jenaka yang diselenggarakan juga begitu sempurna membuat seluruh penonton tertawa.
Saya peringatkan bagi anda yang akan menonton pertunjukan ini lebih baik duduk di bagian tengah karena saat anda duduk dibagian depan siap-siap anda akan terkena semprotan air dalam alur cerita. Dan menurut saya pertunjukan ini tidak bagus untuk anak dibawah umur 15 tahun. Karena disana terlihat jelas pertunjukan mengenai pertempuran cowboy maka dari itu banyak pertunjukan tindakan kekerasannya.

Sungguh suatu pertunjukan yang bagus ditonton dengan gabungan teknologi yang begitu canggih dan terlihat nyata.

Minggu, 14 Juli 2013

Bukit Gantole Puncak

Ketika akhir pekan datang lebih lengkap diisi dengan ketenangan dan kesejukan. Pergi ke Puncak Bogor sangat tepat untuk pilihan akhir pekan karena waktu tempuh kesana hanya 1 jam dari rumah saya. Dengan perjalanan dari siang hari yang bertujuan ke Gunung Mas namun dapat disusul dengan soe hari menuju Bukit Gantole.
 
Saat anda pergi ke Puncak Bogor silahkan anda singgah sejenak ke Bukit Gantole. Disana begitu tenang dan indah dengan udara yang begitu kencang dan sejuk. Lokasi Bukit Gantole dari arah Bogor atau Jakarta tepatnya berada diatas Masjid At-Ta'awun, melewati sebuah tikungan dan pintu masuk Bukit Gantole ada diseberang jalan sebelah kanan jalan. Saat di pintu masuk kita akan dikenakan biaya Rp 5000,- per orng, motor Rp 2000,- per orng dan mobil Rp 10000,- masuk ke area gantole. Jalan menuju bukit Gantole sangat kecil berliku dipinggir bukit. Adapun harga Paket Paralayang yaitu Rp 350.000 per orang atau per terbang sudah termasuk dengan instrukturnya. Lama penerbangan sesuai dengan cuaca dan pengendalian penerbangan terhadap udara. Kurang lebih penerbangan paralayang itu sekitas 5 sampai 15 menit.

Enaknya saat singgah di Bukit Gantole adalah saat sore hari tiba pukul 03.00 wib. Kita begitu sejuk menikmati pemandangannya ditemani embun yang sedang naik ke atas bukit. Ketika malam pun menjelang disitu saya tepat turun dan mencari makan untuk segera pulang dan mengakhiri perjalanan refreshing saya.

Sabtu, 24 Maret 2012

Pelabuhan Ratu Sukabumi


Ketika kesibukan membuat beban pikiran dan menambah hati menjadi penat, pantai lah yang menjadi salah satu alternatif penyempurna kedamaian hati. Karena libur yang saya miliki tidak begitu banyak maka hanya Pantai Pelabuhan Ratu di Sukabumi menjadi pilihan tepat bagi panggilan jiwa.

Waktu tempuh yang saya butuhkan dari tempat tinggal saya yaitu Cibinong Kabupaten Bogor menuju Sukabumi adalah kurang lebih 4jam dengan perjalanan yang santai dan menikmati udara perjalanan. Biasanya saya melangkahkan kaki ketika dini pagi tiba yaitu 05.00 wib sudah bergegas bersiap menuju tujuan. Dengan menggunakan sepeda motor kesayangan kekasih saya kami pun melesat pergi refreshing pikiran dan hati. Melepas semua kejenuhan dalam kesibukan harian dan menambah keharmonisan hubungan kami.

Kami melalui jalur Bogor kota melewati jalur Cikidang karena kami selalu mengambil waktu tempuh pagi sehingga jalanan masih ramai dengan masyarakat jalur Cikidang. Daerah Cikidang begitu sepi dan jalannya yang berliku-liku rawan kecelakaan. Jadi apabila kalian akan melewati jalur Cikidang lebih baik waktu tempuh yang anda ambil adalah siang hari ketika masyarakat melakukan aktivitas. 
Anda bisa mengambil jalur Cibadak namun waktu tempuh yang anda dapati akan lebih lama dibandingkan dengan jalur Cikidang. Jalur Cibadak yang saya pernah lewati begitu rusak jalanannya dan begitu jauh waktu tempuhnya. 

Tetapi dengan waktu tempuh yang begitu lumayan jauh dapat terobati dengan kesejukan dan ketenangan pemandangan pantai. Ketika pukul 09.30 wib saya sampai disana terbayarlah sudah lelah dan letih saya yang tergoda dengan deruan ombaknya.
Disana ombaknya cocok sekali untuk surving dan bermain banana boat. Ataupun memanjakan diri dengan selancar mengikuti alunan ombak dengan alat surving yang terbuat dari gabus. Banana boat berharga Rp 30.000,- per orang saja namun itupun saya tawar karena sebelum ditawar harga dipasang sebesar Rp 45.000,- per orang.

Waktu memanjakan diri disana memang tidak terasa dan begitu menikmatinya hingga kadang lupa waktu hingga matahari hampir terbenam. Saat pikiran dan hati jenuh maka pantai adalah salah satu pengobat jiwa.

Senin, 02 Januari 2012

Jembatan Barelang


Menghabiskan waktu beberapa hari di Pulau Batam akan belum sempurna tanpa berkunjung ke salah satu  landmark atau tempat wisata Batam yakni Jembatan Barelang, kemudian apabila anda sudah sampai di jembatan Barelang akan sangat rugi kalau tak meneruskan perjalanan sampai ke bekas tempat pengungsi (camp) orang-orang Vietnam. Kedua lokasi ini merupakan salah satu alternatif tempat wisata alam dan sejarah di Batam, selain tempat-tempat rekreasi perbelanjaan dan pusat hiburan di daerah Nagoya atau berkunjung menyusuri pusat pemerintahan di daerah Batam Center. Jembatan Barelang dan Ex Camp Vietnam akan memberikan nuansa rekreasi yang menyenangkan tanpa membebani kantong anda.
Jembatan Barelang merupakan rangkaian 6 buah jembatan yang terpisah yang menghubungkan Pulau Batam dengan pulau-pulau di selatannya yakni Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Setoko, Pulau Galang, dan Pulau Galang Baru. Barelang itu sendiri adalah singkatan dari BAtam REmpang gaLANG, dua nama terakhir adalah nama dua pulau besar yang termasuk dihubungan oleh jembatan ini. Meskipun pada dasarnya tiap jembatan memiliki nama resmi, orang-orang lebih menamainya berdasarkan urutannya dari Pulau Batam yakni Jembatan 1, jembatan 2, dan seterusnya sampai dengan jembatan 6. Jembatan 1 adalah tempat yang paling banyak dikunjungi masyarakat dibandingkan dengan jembatan yang lain.
Jembatan yang lebih tepat disebut dengan Jembatan Tengku Fisabilillah ini adalah tempat favorit bersantai bagi masyarakat Batam, terutama di akhir pekan dan hari-hari libur. Di waktu-waktu seperti ini terutama menjelang sore hari, ruas kanan kiri jembatan akan dipenuhi oleh pengunjung yang datang beserta kendaraannya masing-masing baik mobil maupun motor. Tempat ini pun banyak didatangi para kawula muda, baik yang berpasang-pasangan maupun yang datang berkelompok. Sebagian pengunjung datang membawa alat pancing, berusaha menangkap ikan di sekitar kawasan jembatan.
jembatan 1 barelang cantikjembatan-barelang1
Jembatan yang baru selesai dibangun pada tahun 1998 atas prakarsa B.J. Habibie ini memiliki arsitektur unik, sekilas mengingatkan kita akan jembatan terkenal di Amerika Serikat. Selain keindahan bentuk jembatan itu sendiri, memandang ke arah laut dari ketinggian puluhan meter sambil melihat pulau-pulau kecil di sekitarnya adalah pengalaman yang sangat membekas di hati. Air laut yang terhampar bersih tak tercemar, dengan arus yang relatif tenang tanpa ombak, beserta warna birunya laut yang sangat alami, apalagi turut dihiasi dengan warna-warni sinar mentari di sore hari pasti akan membuat takjub siapa saja yang pernah berkunjung kesini.
salah satu pemandangan dari atas jembatan 1salah satu pemandangan dari atas jembatan 1
iatas jembatan 1 barelangsalah satu pemandangan dari atas jembatan Barelang
Jika merasa haus dan lapar, anda tak perlu khawatir karena ada banyak makanan dan minuman tersedia di sekitar anda. Di antara makanan yang dapat anda temukan antara lain jagung bakar, udang dan kepiting goreng, mie ayam, bakso, sate padang, pop mie dan berbagai snack-snack makanan ringan. Aneka minuman di antaranya, kelapa muda, teh, kopi, aneka minuman botol / kaleng, ataupun buah ciri khas Batam yaitu buah naga (dragon fruit) yang mungkin bisa anda nikmati dalam bentuk jus. Selain warung-warung kecil di sisi jembatan, banyak juga diantara penjual makanan/minuman ini yang memakai sepeda motor bergerobak menjajakan makanannya. Bagi anda penikmat seafood, ada berbagai tempat makan seafood di sekitar jembatan Barelang ke-1 dan ke-2 baik berupa restoran modern maupun dalam bentuk tradisional yang bangunannya bisa menjorok sampai ke atas laut.

Pantai Costarina


COASTARINA yang terletak di Pasir Putih, Batam, Kepulauan Riau adalah tujuan wisata terbaru yang diresmikan pada awal 2009. Berbagai hal menarik bisa kamu temukan di sini.

Coastarina memiliki fasilitas lengkap bagi wisatawan. Selain wisata bahari, di sini juga tersedia beberapa jenis permainan anak-anak.

Berada di sini, kamu bisa melakukan berbagai olahraga air seperti berenang atau naik motor boat. Selain itu, kamu juga dapat mencoba berbagai macam permainan yang disediakan seperti bianglala.

Selepas bersenang-senang, kamu dapat mencoba berbagai jenis makanan laut yang tersedia di beberapa restoran dekat Coastarina. Bila kamu penggemar sea food, ini merupakan lokasi yang lengkap dengan pemandangan indah dan makanan lezat.

Jika tidak ingin repot dan mencari makanan yang praktis, kamu bisa menemukan berbagai jenis makanan cepat saji seperti, bebek peking, steak, dan pizza pada banyak restoran di sekitar Coastarina.

Coastarina merupakan daerah besar dengan pantai yang bersih. Panggung yang ada di sini juga kerap digunakan untuk acara besar tertentu seperti pertunjukkan musik atau untuk kegiatan lain yang menyedot banyak pengunjung.

Oiya, bila berada di Coastarina jangan lewatkan kesempatan untuk melihat matahari terbenam. Ditemani desiran angin laut yang lembut, sinar keemasan matahari akan terpantul indah di atas riak-riak air laut yang bergerak perlahan.

Bila hendak ke sini, kamu bisa naik pesawat menuju Bandara Internasional Hang Nadim di Batu Besar, Batam.

Dari bandara, perjalanan menuju Coastarina bisa dilanjutkan dengan menggunakan mobil yang hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Kamu dapat naik taksi atau menyewa mobil dengan biaya Rp500 ribu per hari. Harga masuk ke pantai hanya Rp 35.000/orang

Template by:

Free Blog Templates